Kamis, 21 Oktober 2010

Diposting oleh putri marchela di 22.07
BAB 5
DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI
Pengertian Organisasi
Apakah yang Dimaksud dengan Organisasi
Menurut Boone dan Kurtz, organisasi didefinisikan sebagia berikut :
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Definisi organisasi itu mencapai tiga elemen pokok, yaitu : (1) interaksi manusia, (2) kegiatan mengarah pada tujuan, dan (3) struktur.
Organisasi Formal dan Informal
Organisasi Formal
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan.
Struktur formal ini dibuat untuk meliput pekerjaan yang harus dilakukan dan memberikan suatu kerangka bagi perilaku pekerjaan. Organisasi formal merupakan bagian yang dapat dilihat pada bagan organisasi. Sedangkan organisasi informal tidak. Beberapa faktor yanh harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah (1) wewenang, (2) tanggung jawab, (3) pertanggungjawaban, (4) delegasi, dan (5) koordinasi.
Organisasi Informal
Organisasi informal selalu ada dalam setiap organisasi, keberadaannya tidak direncanakan, terjadi atas dasar keakraban dan hubungan-hubungan baik menyangkut bidang pekerjaan ataupun tidak.
Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia, dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi ini disebut sistem tanaman rambat.
Dalam kelompok kerja terdapat tiga kategori karyawan, yaitu : Anggota-anggota kelompok dalam (inner group); Anggota-anggota kelompok pinggir (fringe group); dan Anggota-anggota kelompok luar (out group)
Organisasi informal tidak selalu menyebabkan jeleknya pelaksanaan kerja. Kadang-kadang organisasi informal justru merupakan cara terbaik untuk memberi informasi yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas.
Sentralisasi VS Desentralisasi
Organisasi yang disentralisir
Organisasi manajemen yang disentralisir merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannya dipegang disuatu pusat, biasanya eksekutif puncak.
Beberapa kebaikan organisasi yang disentralisir adalah (1) bahwa pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan, (2) cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan, dan (3) memungkinkan bagi seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam.
Sedangkan keburukannya adalah (1) jika perusahaan berkembang dengan pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak, (2) organisasi yang desentralisir hanya memberi pengalaman sedikit kepada para manajer muda dalam pengambilan keputusan. Sebenarnya keputusan penting diambil oleh manajemen puncak.
Organisasi yang didesentralisir
Manajemen yang didesentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi.
Dalam desentralisir, para manajer jenjang lebih bawah mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.

Struktur Organisasi dan Penyusunannya
Setiap struktur organisasi akan lebih dulu memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi yang ditentukan dengan baik juga harus mendukung moral karyawan. Karyawan yang mengetahui tentang apa yang diharapkan dari pekerjaan, siapa atasannya, dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan struktur organisasi keseluruhan, semuanya diarahkan untuk membentuk angkatan kerja yang loyal dan harmonis.
Pembentukan Struktur Organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu : (1) interaksi sosial, (2) kegiatan yang terarah ke tujuan, dan (3) struktur.
Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.
Hierarki tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan.
Departementalisasi
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan personalia. Masing-masing kegiatan ditugaskan ke departemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan termasuk manajer dan karyawan.
Wewenang dan tanggung jawab
Tindakan menugaskan kegiatan kepada bawahan ini disebut pendelegasian. Dalam pendelegasian kegiatan, manajer memberikan tanggung jawab kepada bawahan untuk melaksanakan tugas yang ditugaskannya. Bawahan juga diberi wewenang yang sepadan dengan tanggung jawab tersebut. Setelah melakukan tugas sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, bawahan harus memberikan pertanggung jawaban.
Berapa banyak bawahan yang harus ad di bawah seorang manajer ?
Salah satu alasan untuk departementalisasi adalah terbatasnya jumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh manajer di samping jumlah bawahan yang dapat disupervisi secara efektif. Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer.
Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal, yaitu : Jenis pekerjaan; Pelatihan karyawan; Kemampuan manajer; dan Efektifitas komunikasi.
Menjamin komunikasi yang efektif
Komunikasi yang jelas sangat penting berfungsinya organisasi secara lancar.
Mengetahui pertumbuhan organisasi yang tidak perlu
Perencanaan organisasi harus yakin bahwa jenjang manajer baru dan beberapa penasehat teknis sangat diperlukan, atau akan terjadi kenaikan sedikit dalam keluaran produksi atau efisiensi.
Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi
Makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi, makin kompleks pula hubungan-hubungan yang ada. Untuk itu perlu dibuat bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan antara masing kegiatan dan fungsi. Bagan tersebut dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi.
Bentuk struktur organisasi itu beragam, namun pada pokoknya ada empat, yaitu : organisasi baris (line organization), organisasi garis dan staf (line and staf organization), organisasi fungsional (functional organization), komite (comittee), dan organisasi matrik.
Organisasi Baris
a. Kebaikan Organisasi Baris
- Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
- Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan, sebab tidak perlu membicarakannya dengan orang lain.
- Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah, karena perintah diberi langsung.
- Menghemat biaya, karena semua pengawasan dilakukan satu orang saja.
b. Keburukan Organisasi Berita
- Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan.
- Tidak adanya spesialisasi, karena tugas yang berat bagi para petugas.
- Kurangnya kerjasama di antara masing-masing bagian.
Organisasi Garis dan Staf
Tugas Kepala-kepala Bagian yang semakin berat memerlukan bantuan para ahli yang dapat memberikan saran dalam beberapa fungsi. Untuk itu dapatlah dibentuk staf. Selain memberi saran pada pimpinan atau Kepala Bagian, mereka tidak memiliki kekuasaan dalam pemberian perintah.
Hubungan antara pimpinan dengan bawahan langsung dinamakan hubungan garis. Sedangkan hubungan tidak langsung dinamakan hubungan staf.
a. Kebaikan Organisasi Garis dan Staf
- Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus diluar Bagiannya.
- Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan, sehingga lebih efisien.
- Staf dapat mendidik para petugas.
- Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas.
b. Keburukan Organisasi Garis dan Staf
- Kadanng staf tidak memberi saran tetapi perintah, sehingga kadang menimbulkan pertentangan dengan manajer pada Bagian yang bersangkutan.
- Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf.
- Staf dapat ikut disalahkan bila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.
Organisasi Fungsional
Dalam organisasi ini, masing-masing manajer adalah seorang spesialis atau ahli masing-masing bawahan pekerja mempunyai beberapa pimpinan. Oleh karena itu bentuk struktur ini sulit dan jarang sekali dipakai.
a. Kebaikan Organisasi Fungsional
- ¬Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidang tersebut.
- Tugas para manajer menjadi lebih ringan, karena adanya pembagian fungsi.
b. Keburukan Organisasi Fungsional
- Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
- Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.
- Keurangnya koordinasi, sehingga sering menimbulkan perselisihan antar manajer.
Organisasi Komite
Komite sering digunakan untuk mengumpulkan pendapat tentang berbagai kegiatan dalam perusahaan. Komite dapat dibentuk di semua Bagian dalam organisasi, sehingga sering terdapat beberapa macam Komite. Komite juga sering disebut panitia.
Untuk membentuk Komite, haruslah memperhatikan syarat-syarat berikut ini :
- Suasananya santai dan bersifat informal.
- Semua anggota Komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya.
- Komite mengetahui tentang tugas yang dibebankan kepadanya.
- Masing-masing anggota Komite bersedia mendengar pendapat anggota lain.
- Keputusan diambil secara konsensus.
- Masing-masing anggota bebas mengemukakan pendapat.
- Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain.
a. Kebaikan Komite
- Menciptakan koordinasi yang lebih baik.
- Keputusan diputuskan secara bersama sehingga dapat memberikan hasil lebih baik.
- Merupakan forum untuk saling bertukar pendapat diantara anggota.
b. Keburukan Komite
- Keharusan untuk berkompromi.
- Sering terjadi kesimpang-siuran dalam organisasi.
- Sulit untuk mempersiapkan pertemuan karena masing-masing sibuk dengan pekerjaannya.
Organisasi Matrik
Organisasi matrik ini digunakan berdasarkan struktur organisasi garis dan staf. Organisasi matrik disebut organisasi manajemen proyek, didefinisikan sebagai struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian yang berbeda disatukan untuk mengerjakan proyek khusus. Kebaikan utama dari struktur matrik ini terletak pada keluwesan dan kemampuan untuk memusatkan sumber-sumber pada masalah atau proyek utama.
a. Kebaikan Organisasi Matrik
- Luwes.
- Memberi alat inovasi tanpa mengganggu struktur organisais yang ada.
b. Keburukan Organisasi Matrik
- Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer bagian lain.
- Beberapa masalah dapat muncul, karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional.
Perilaku Keorganisasian
Prediktor-prediktor penting dalam organisasi kerja meliputi kelompok kerja, motivasi, sikap pekerjaan, dan kepemimpinan.
Kelompok Kerja
Dalam organisasi bisnis, kelompok kerja merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai suatu kelompok. Kelompok tersebut akan tetap ada pada setiap peristiwa didalam organisasi karena mereka mengisi kebutuhan bagi para anggotanya. Kebutuhan-kebutuhan itu dapat berupa : 1. Kebutuhan bekomunikasi, 2. Kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi, dan 3. Kebutuhan akan keamanan dan perlindungan.
Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal, yaitu : 1. Keakraban, 2. Kepentingan bersama, 3. Pekerjaan serupa, dan 4. Persahabatan.
Motivasi
Motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Setiap orang memiliki motiv berbeda dalam mengerjakan hal yang sama.
Jenjang Kebutuhan Karyawan
Kebutuhan karyawan beserta jenjangnya dapat ditentukan atas dasar penemuan Abraham H. Maslow (seorang ahli psikologi), tentang kebutuhan manusia. Menurutnya, kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi dapat memotivasi perilaku manusia, sedangkan kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak akan lama menjadi motivator meskipun dapat muncul kembali sebagai motivator.

Teori motivasi dari Maslow menekankan dua ide dasar yaitu :
1. Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia.
2. Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika suatu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan.
Pekerjaan dan Sikap Jabatan
Perkembangan teknologi dewasa ini menyebabkan penggunaan mesin dan peralatan otomatis yang kebih besar. Akibatnya karyawan kadang mengeluh bahwa pekerjaan mereka membosankan. Mungkin karena mereka tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakan keterampilannya. Penelitian memperlihatkan bahwa kerja keras adalah baik itu juga merupakan bagian dari etika kerja.
Kepuasan jabatan mencakup sikap terhadap pekerjaan dan kondisi kerja. Oleh Musselmah dan Jackson, kepuasan jabatan dipandang sebagai indikator yang bermanfaat bagi manajemen untuk menentukan apakah terdapat bidang-bidang masalah dalam angkatan kerja organisasi.
Kepemimpinan
Kepemimpinan berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan. Ini menjadi bagian penrting dalam memahami perilaku kerja. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang sesuai, tidak hanya melihat posisi dimana tempat seseorang bekerja, tetapi memang harus pula belajar bekerja dalam struktur yang ada secara efektif.

0 komentar:

Posting Komentar

 

princessputri's blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea