Kamis, 18 Oktober 2012

Penalaran Deduktif

Diposting oleh putri marchela di 00.57

Nama : Putri Marchela Pratiwi     
NPM   : 25210457
Kelas   : 3EB17

Tugas Softskill

Pengertian Penalaran 
Apa arti drai penalaran itu sendiri ? di sini, saya hanya akan menjelaskan definisi dari penalaran hanya dari 2 sumber :
Wikipedia        : Penalarana adalah proses berfikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Buku catatan Gunadarma : Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran, dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proposisi.

Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. Jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. Jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan.
Contoh penalaran deduktif :
1.    Semua manusia akan mati (premis mayor)
2.    Bambang adalah manusia (premis minor)
3.    Jadi : Bambang akan mati (konklusi)

Metode Deduktif
Metode berfikir deduktif adalah metode berfikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Faktor – faktor penalaran deduktif :
1.    Pembentukan Teori
2.    Hipotesis
3.    Definisi Operasional
4.    Instrumen
5.    Operasionalisasi

Variabel pada penalaran deduktif
1.    Silogisme Kategorial
Adalah silogisme yang terjadi dari 3 proposisi, yaitu premis umum (premis mayor), premis khusus (premis minor) dan kesimpulan. Di dalam kesimpulan tersebut, terdapat subjek dan predikat. Silogisme kategorial, semua proposisinya merupakan kategorial. Contoh :

Premis Umum         : Semua warga Desa Suka Bersih sedang bekerja bakti.
Premis Khusus        : Dino adalah warga Desa Suka Bersih.
Kesimpulan            : Dino sedang bekerja bakti.

2.    Silogisme Hipotesis
Adalah silogisme yang terdiri atas premis yang berposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis adalah bila premis minornya membenarkan antaseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak antaseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Contoh :

Premis Umum         : Jika tidak disiram air setiap hari, tumbuhan akan layu dan mati.
Premis Khusus        : Tidak disiram setiap hari.
Kesimpulan            : Jadi tumbuhan akan layu dan mati.

3.    Silogisme Alternatif
Adalah silogisme yang terdiri dari premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif adalah bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Premis Umum         : Produk Samsung merupakan produk dari negara Korea atau Jepang
Premis Khusus        : Produk Samsung merupakan produk dari negara Korea.
Kesimpulan            : Jadi, Samsung bukan merupakan produk dari negara jepang.

4.    Entimen
Silogisme entimen jarang ditemukan dalam kehidupan sehari – hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan dalam entimen adalah hanya premis minor dan simpulan. Bisa dikatakan, kalau entimen merupakan silogisme yang diperpendek. Contoh :
Rumus Entimen :
Premis Umum         : Semua A = B : Mahasiswa yang rajin tidak pernah datang terlambat ke kampus.
Premis Khusus        : Bagus adalah mahasiswa yang rajin.
K                            : Bagus tidak pernah datang terlambat ke kampus.
Entimen                  : Bagus tidak pernah datang terlambat ke kampus karena ia adalah mahasiswa yang rajin.
Referensi :

0 komentar:

Posting Komentar

 

princessputri's blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea